pengertian dalam musik

Kekeliruan : Kolaborasi seni hanya menggabungkan beberapa
bidang seni
Pembahasan : Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kolaborasi
seni dapat diartikan sebagai penggabungan dua atau lebih bidang seni.
Namun, penggabungan dua atau lebih bidang seni tidak begitu saja dilakukan
tanpa ada tujuan atau maksud yang terkandung di dalamnya. Pelajaran
musik yang melibatkan gerakan dalam proses pembelajarannya bertujuan
untuk meningkatkan kepekaan siswa terhadap ‘rasa’, khususnya rasa
kinestetik, yang sangat dibutuhkan ketika bermain musik. Penggunaan
gerakan dalam pelajaran musik, siswa dapat menggunakan anggota tubuh
mereka untuk mempelajari musik, merasakan birama atau ketukan ritmik,
dan menghubungkan musik atau bunyi dengan gerakan. Kolaborasi musik
dengan menggambar juga bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam
peningkatan kemampuan untuk berimajinasi. Intinya, kolaborasi bidang seni
tari (gerakan) dan seni rupa siswa dalam pelajaran musik membuka peluang
yang lebih besar bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam
berimajinasi dan bereksplorasi yang dibutuhkan dalam penciptaan musik.

Kekeliruan : Eksplorasi hanya ‘bermain-main dengan bunyi’ tanpa
tujuan yang jelas
Pembahasan :Seperti telah dikemukakan dalam Bagian 1, eksplorasi
mengacu pada kegiatan-kegiatan pengembangan dari sesuatu yang sudah
ada. Eksplorasi musik yang dilakukan siswa tidak lepas kaitannya dengan
pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman konkret
dalam lingkungan sosialnya. Artinya, semakin banyak pengalaman konkret
yang diperoleh seorang siswa maka semakin luas pengetahuannya untuk
melakukan eksplorasi musik.
Kemampuan siswa untuk berkreasi dengan mengimajinasikan gagasangagasan
melalui media bunyi yang mereka ketahui seringkali menimbulkan
persepsi negatif pada beberapa orang yang mendengarnya. Persepsi
tersebut di antaranya adalah karya yang diciptakan oleh siswa dinilai ‘tidak
musikal.’ Anggapan ini dapat terjadi karena masih banyak orang yang
memaknai musik secara terbatas. Paynter (1972) menjelaskan tentang
eksplorasi bunyi yang dilakukan oleh siswa bahwa ‘karya kreatif’ para siswa
tersebut tidak berarti ‘tidak musikal’. Namun, ‘karya kreatif’ para siswa itu
justru memperlihatkan bahwa musik, seperti halnya cabang seni lain, secara
mendasar merupakan sejumlah bunyi yang sangat sederhana. Sekumpulan
bunyi tersebut dapat dikembangkan untuk membentuk gagasan-gagasan
musikal tanpa dipengaruhi oleh gagasan-gagasan para musisi terkenal.
Artinya, dengan aktif melakukan eksplorasi musik, para siswa tersebut
sebenarnya berupaya untuk merealisasikan diri berdasarkan pengetahuan
yang mereka miliki. Paynter (1972) menegaskan bahwa, “menciptakan musik
dapat menawarkan kesempatan besar bagi para siswa untuk realisasi diri.
Penciptaan musik melalui eksplorasi musik dapat meningkatkan sensitivitas
mereka terhadap lingkungan sekitar dan meningkatkan pengetahuannya
yang berhubungan dengan ‘rasa’.

Kekeliruan : Kolaborasi gerakan tubuh dalam permainan musik hanya
sekedar menggabungkan gerakan dan musik
Pembahasan : Kolaborasi gerakan dan musik tidak dapat diartikan hanya
sekedar menggabungkan keduanya dalam suatu aktivitas seni. Seperti telah
dikatakan dalam Bagian 1, melalui kolaborasi seni siswa dapat meningkatkan
pemahamannya tentang ‘rasa’ musik melalui gerakan tubuh. Selain itu,
kolaborasi gerakan dalam permainan musik dapat meningkatkan apresiasi
dan pengetahuan siswa terhadap nilai-nilai estetik yang menjadi bagian dari
kebudayaan suatu masyarakat. Oleh karena itu, dalam mengkolaborasikan
gerakan dalam permainan musik, siswa perlu memahami simbol-simbol
dalam gerakan tari yang sesuai dengan nilai-nilai estetik yang terkandung
dalam musiknya. Misalnya, apabila karakter musik merepresentasikan nilainilai
estetik dalam budaya masyarakat Menado maka pola-pola gerakan
harus pula disesuaikan dengan nilai-nilai estetik tari dalam masyarakat
tersebut.

Kekeliruan : Properti yang digunakan dalam permainan musik menuntut
adanya biaya yang harus dibebankan pada orang tua siswa
Pembahasan : Properti yang digunakan dalam melakukan kolaborasi seni
dalam permainan musik tidak selalu menggunakan benda-benda yang
berharga mahal sehingga menyebabkan adanya biaya yang dibebankan
pada orang tua siswa. Dalam kegiatan ini, guru justru memotivasi imajinasi
dan pengetahuan siswa untuk membuat properti-properti yang sesuai dengan
tema permainan musik.

Kekeliruan : Keikutsertaan dalam permainan musik yang dilakukan
secara teatrikal hanya mengajarkan siswa untuk bermain peran sesuai
dengan tema yang ditentukan
Pembahasan : Keikutsertaan siswa dalam permainan musik yang bersifat
teatrikal memang menuntut kemampuan siswa untuk memainkan suatu
peran yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Namun, apabila
kegiatan itu terus-menerus dilakukan, secara tidak disadari siswa memperoleh
pengetahuan yang belum pernah mereka alami yang disebabkan oleh
perkembangan usianya yang belum memasuki tahap pemikiran operasional
formal. Melalui kegiatan ini siswa justru dapat mempelajari bagaimana
mengekspresikan peran sebagai seseorang yang berbeda, misalnya sebagai
seorang bapak atau ibu, tokoh ternama (pahlawan), atau bahkan menjadi
seseorang yang memiliki karakter berbeda dari dirinya sendiri. Dengan kata
lain, keikutsertaan dalam permainan musik yang bersifat teatrikal dapat
memperluas pengetahuan siswa tentang lingkungan dan masyarakatnya.