pengertian simbol

Kekeliruan : Simbol sama artinya dengan tanda
Pembahasan : Dalam percakapan sehari-hari kita sering mendengar istilah
simbol diucapkan oleh orang-orang di sekeliling kita. Istilah itu biasanya
diartikan sebagai ‘tanda’. Misalnya, orang sering mengatakan bahwa warna
merah pada lampu lalu-lintas (traffic light) merupakan simbol untuk berhenti,
sedangkan warna hijau merupakan simbol untuk berjalan.

Warna merah pada lampu lalu-lintas (traffic light) tidak dapat disebut sebagai
simbol. Warna merah atau hijau dapat dikategorikan sebagai bagian dari
tanda. Dalam ilmu tentang tanda (semiotik) yang dikembangkan oleh Charles
Sanders Peirce (1839 – 1914), terdapat beberapa jenis tanda, di antaranya
adalah ikon (icon), indeks (index), dan simbol. Ikon merupakan tanda yang
mengacu pada sesuatu yang memiliki kesamaan dengan tanda. Misalnya:
foto mengacu pada wajah seseorang atau benda lainnya, gambar anak
tangga mengacu pada tangga, dan lain-lain. Indeks merupakan tanda yang
mengacu pada sesuatu yang memiliki kedekatan arti dengan tanda. Misalnya,
tanda panah penunjuk arah, gambar bus di halte bus, dan lain-lain. Ikon dan
indeks merupakan dua jenis tanda yang dapat ditemui di negara mana apa
pun, termasuk Indonesia. Dengan kata lain, ikon dan indeks memiliki makna
yang dikenal secara umum, di seluruh dunia.

Jenis tanda ketiga adalah simbol. Berbeda dari dua jenis tanda lainnya,
simbol mengacu pada makna yang lebih dalam. Simbol merupakan tanda
yang diakui berdasarkan kesepakatan dalam suatu masyarakat. Dengan
kata lain, makna dari suatu simbol berhubungan dengan nilai, norma, dan
aturan yang diyakini oleh suatu kelompok masyarakat. Dalam bidang musik,
simbol dapat ditemukan dalam produksi bunyi (nada, ritme, harmoni,
dinamika, atau tempo). Simbol-simbol musikal lainnya dalam pertunjukan
musik tampak pada pola ritme yang memiliki karakter tertentu, sistem nada
yang digunakan (misalnya, laras pelog dan salendro), cengkok dan nggandul
(Jawa), dan gariniak (Minang). Sebagai simbol, makna dari masing-masing
istilah itu hanya dapat dipahami oleh masyarakat pendukungnya karena
berhubungan dengan nilai, norma, dan aturan yang mereka pelajari dalam
lingkungan sosialnya.

Simbol non-musikal dalam permainan musik terwujud dalam bentuk instrumen
dan bahan dasar untuk membuat instrumennya. Sama halnya dengan simbol
musikal, simbol non-musikal diyakini memiliki hubungan yang sangat erat
dengan nilai, norma, dan aturan yang berlaku dalam masyarakat
pendukungnya.