berkembangnya dakwah Islam di internasional



 “sebuah bukti fisik kejayaan Islam di Turki ialah adanya sebuah masjid/museum terkenal di Istambul bernama Aya Sofia. Asalnya adalah sebuah gereja yang bernama Hagia Sophia yang dirubah menjadi masjid ketika ditaklukkan tentara Islam. Di Aya Sofia dipamerkan surat-surat Khalifah (Usmans Fermans) yang menunjukkan kehebatan Khilafah Utsmaniyah dalam memberikan jaminan, perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun kepada orang asing pencari suaka, tanpa memandang agama mereka (toleransi).

 “yang saya ketahui tentang keberadaan umat Islam di Amerika adalah bahwa pada mulanya kebanyakan berasal dari keturunan orang kulit hitam yang dikenal dengan sebutan “Black Moslem”. Black Moslem didirikan oleh Elijah Muhamad di Chicago. Sesuai dengan namanya Black Moslem mendapat banyak pengikut terutama dari orang-orang yang berkulit hitam. Black Moslem didukung oleh orang-orang berkulit hitam dan berjuang menuntut persamaan hak. Elijah Muhamad dalam organisasinya mengambil prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang tidak membedakan warna kulit”.

 “tiga faktor yang mempercepat berkembangnya dakwah Islam di Spanyol ialah;
1) Raja-raja Islam yang berkuasa memberi kebebasan pada rakyatnya untuk memeluk agamanya masing-masing sehingga lahir rasa empati dan banyak yang memeluk agama Islam secara sukarela,
2) Keberadaan kerajaan Islam di Spanyol merupakan perantara sekaligus obor kebudayaan dan peradaban dan
3) Spanyol menjadi pusat kebudayaan, karena banyaknya para sarjana dan mahasiswa dari berbagai pelosok dunia berkumpul menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville dan Toledo".

 “tiga faktor penyebab kemunduran Islam di dunia adalah:
1) timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral,
2) hilangnya keadilan di masyarakat yang akibatnya merembes kepada elit penguasa dan sistem politik dan
3) berpindahnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke negara lain (braindrain) dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanimse rekrutmen yang terganggu.
Semua itu bermuara pada turunnya produktifitas pekerja dan di sisi lain menurunnya sistem pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan".