Teks dalam genre makro memiliki perbedaan struktur dengan teks dalam genre mikro. Perbedaan itu dapat dilihat dari fungsi sosial teks itu sendiri di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kalian sedang melakukan wawancara, kalian menggunakan beberapa teks mikro sekaligus. Wawancara termasuk ke dalam teks dalam genre makro.
1) Dari judulnya, kalian bisa mengambil kesimpulan awal bahwa isi dari wawancara tersebut mengandung pernyataan penegasan dari nara sumber tentang topik yang dibahas. Kalimat judul menegaskan isi teks yang hendak dikupas. Untuk memahami isi teks wawancara, kalian terlebih dahulu harus memahami judul atau tema wawancara tersebut. Namun, terkadang dengan membaca judul saja kalian belum bisa sepenuhnya mendapatkan sekilas informasi mengenai topik yang akan dibahas, oleh karena itu, kalian harus membaca teks wawancara tersebut dengan tuntas.
3) Pada teks wawancara tersebut, struktur teksnya adalah: judul, orientasi, isi, reorientasi. Di dalam orientasi terdapat teks deskripsi yang terdiri atas deskripsi umum dan deskripsi bagian. Sementara di dalam isi terdapat teks eksposisi yang terdiri atas pembukaan, argumentasi, dan penegasan ulang argumentasi. Di dalam teks wawancara, dimungkinkan adanya beberapa teks genre mikro seperti pada contoh tersebut. Namun demikian, teks-teks genre mikro tersebut tidak selalu sama persis antara yang terdapat dalam teks wawancara satu dengan teks wawancara lainnya.
4) Pada struktur teks wawancara, pewawancara biasanya akan membuka wawancara dengan mengingatkan kembali isu yang hendak dibahas. Hal ini dimaksudkan untuk membuka percakapan ke arah yang lebih spesifik. Pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh pewawancara pada umumnya telah dikomunikasikan terlebih dahulu oleh pewawancara untuk mendapatkan persetujuan dari orang yang hendak diwawancarai. Wawancara (interview) adalah dialog antara dua pihak di mana pihak yang disebut pewawancara (interviewer) mengajukan pertanyaan kepada pihak yang disebut narasumber (interviewee) dengan tujuan mendapatkan data atau informasi. Wawancara dapat digunakan untuk mendapatkan fakta, memverifikasi fakta, mengklarifikasi fakta, membangkitkan antusiasme, mengidentifikasi kebutuhan, menyatukan ide dan opini.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara terdiri atas dua bentuk, yakni bentuk terbuka (pertanyaan tanpa jawaban yang dipikirkan secara khusus) dan bentuk tertutup (terstruktur dengan kemungkinan jawaban yang terbatas). Wawancara memiliki tiga tipe, yakni wawancara tidak terstruktur (wawancara dilakukan secara spontan tanpa skenario pertanyaan), wawancara terstruktur (pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan khusus yang telah dirancang sebelumnya), dan wawancara semi-terstruktur (dituntun dengan skenario namun hal-hal yang menarik dapat dieksplorasi lebih lanjut).
5) Selain teks wawancara, percakapan kalian dengan teman kalian melalui telepon termasuk teks genre makro. Percakapan telepon tidak bisa ditebak panjang pendeknya, tergantung situasi dan isi percakapan. Semakin panjang percakapan, semakin banyak teks yang muncul di dalamnya.
7) Teks genre makro yang lain adalah layanan jual beli. Pada teks layanan jual beli terdapat struktur teks negosiasi namun strukturnya lebih kompleks. Pada tataran ini, teks negosiasi tidak hanya terdiri atas pembukaan yang diikuti isi lalu diakhiri oleh penutup, namun lebih kompleks dan berjalan menurut alur yang lebih alami sehingga tiga tahap saja belum cukup. Struktur teks itu akan menjadi lebih kompleks apabila barang yang dibeli lebih dari satu dan keadaan pasar memungkinkan hal itu terjadi. Kekompleksitasan itu menuntut tahap-tahap yang lebih banyak untuk mewadahi peristiwa tutur yang ada.
Pada teks layanan jual beli tersebut, struktur teks merupakan negosiasi kompleks di mana terdapat orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, pembelian, dan penutup. Ketujuh urutan struktur teks tersebut terurai dari struktur teks awal yang berisi pembukaan, isi, dan penutup. Struktur ini sama dengan struktur dalam teks wawancara dan percakapan telepon meskipun isinya tidak sama persis.
8) Percakapan dokter-pasien merupakan salah satu dari teks genre makro. Pertanyaan yang biasa muncul dalam percakapan antara dokter dengan pasien meliputi lokasi, waktu, kronologi, kualitas, kuantitas, gejala penyerta, dan riwayat penyakit. Kalian bisa bermain peran dengan membuat percakapan serupa antara dokter dengan pasien dengan jenis keluhan yang mungkin pernah kalian rasakan sebelumnya. Kalian juga bisa meminta pendapat teman atau guru kalian tentang pilihan jawaban apa yang kira-kira akan muncul dalam percakapan tersebut.
1) Dari judulnya, kalian bisa mengambil kesimpulan awal bahwa isi dari wawancara tersebut mengandung pernyataan penegasan dari nara sumber tentang topik yang dibahas. Kalimat judul menegaskan isi teks yang hendak dikupas. Untuk memahami isi teks wawancara, kalian terlebih dahulu harus memahami judul atau tema wawancara tersebut. Namun, terkadang dengan membaca judul saja kalian belum bisa sepenuhnya mendapatkan sekilas informasi mengenai topik yang akan dibahas, oleh karena itu, kalian harus membaca teks wawancara tersebut dengan tuntas.
3) Pada teks wawancara tersebut, struktur teksnya adalah: judul, orientasi, isi, reorientasi. Di dalam orientasi terdapat teks deskripsi yang terdiri atas deskripsi umum dan deskripsi bagian. Sementara di dalam isi terdapat teks eksposisi yang terdiri atas pembukaan, argumentasi, dan penegasan ulang argumentasi. Di dalam teks wawancara, dimungkinkan adanya beberapa teks genre mikro seperti pada contoh tersebut. Namun demikian, teks-teks genre mikro tersebut tidak selalu sama persis antara yang terdapat dalam teks wawancara satu dengan teks wawancara lainnya.
4) Pada struktur teks wawancara, pewawancara biasanya akan membuka wawancara dengan mengingatkan kembali isu yang hendak dibahas. Hal ini dimaksudkan untuk membuka percakapan ke arah yang lebih spesifik. Pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh pewawancara pada umumnya telah dikomunikasikan terlebih dahulu oleh pewawancara untuk mendapatkan persetujuan dari orang yang hendak diwawancarai. Wawancara (interview) adalah dialog antara dua pihak di mana pihak yang disebut pewawancara (interviewer) mengajukan pertanyaan kepada pihak yang disebut narasumber (interviewee) dengan tujuan mendapatkan data atau informasi. Wawancara dapat digunakan untuk mendapatkan fakta, memverifikasi fakta, mengklarifikasi fakta, membangkitkan antusiasme, mengidentifikasi kebutuhan, menyatukan ide dan opini.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara terdiri atas dua bentuk, yakni bentuk terbuka (pertanyaan tanpa jawaban yang dipikirkan secara khusus) dan bentuk tertutup (terstruktur dengan kemungkinan jawaban yang terbatas). Wawancara memiliki tiga tipe, yakni wawancara tidak terstruktur (wawancara dilakukan secara spontan tanpa skenario pertanyaan), wawancara terstruktur (pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan khusus yang telah dirancang sebelumnya), dan wawancara semi-terstruktur (dituntun dengan skenario namun hal-hal yang menarik dapat dieksplorasi lebih lanjut).
5) Selain teks wawancara, percakapan kalian dengan teman kalian melalui telepon termasuk teks genre makro. Percakapan telepon tidak bisa ditebak panjang pendeknya, tergantung situasi dan isi percakapan. Semakin panjang percakapan, semakin banyak teks yang muncul di dalamnya.
7) Teks genre makro yang lain adalah layanan jual beli. Pada teks layanan jual beli terdapat struktur teks negosiasi namun strukturnya lebih kompleks. Pada tataran ini, teks negosiasi tidak hanya terdiri atas pembukaan yang diikuti isi lalu diakhiri oleh penutup, namun lebih kompleks dan berjalan menurut alur yang lebih alami sehingga tiga tahap saja belum cukup. Struktur teks itu akan menjadi lebih kompleks apabila barang yang dibeli lebih dari satu dan keadaan pasar memungkinkan hal itu terjadi. Kekompleksitasan itu menuntut tahap-tahap yang lebih banyak untuk mewadahi peristiwa tutur yang ada.
Pada teks layanan jual beli tersebut, struktur teks merupakan negosiasi kompleks di mana terdapat orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, pembelian, dan penutup. Ketujuh urutan struktur teks tersebut terurai dari struktur teks awal yang berisi pembukaan, isi, dan penutup. Struktur ini sama dengan struktur dalam teks wawancara dan percakapan telepon meskipun isinya tidak sama persis.
8) Percakapan dokter-pasien merupakan salah satu dari teks genre makro. Pertanyaan yang biasa muncul dalam percakapan antara dokter dengan pasien meliputi lokasi, waktu, kronologi, kualitas, kuantitas, gejala penyerta, dan riwayat penyakit. Kalian bisa bermain peran dengan membuat percakapan serupa antara dokter dengan pasien dengan jenis keluhan yang mungkin pernah kalian rasakan sebelumnya. Kalian juga bisa meminta pendapat teman atau guru kalian tentang pilihan jawaban apa yang kira-kira akan muncul dalam percakapan tersebut.