sifat asam basa dan garam

A. Sifat Umum Asam dan Basa
Asam didefinisikan sebagai zat yang mengion dalam dan menghasilkan ion H+ . Basa sebagai zat yang mengion dalam air menghasilkan ion OH-. Definisi ini dirumuskan pada akhir abad kesembilan belas oleh kimiawan Swedia Svante Arrhenius untuk mengelompokkan zat – zat yang sifat – sifatnya di dalam larutan telah diketahui dengan baik.
Asam
• Asam memiliki rasa masam; misalnya cuka yang mempunyai rasa dari asam asetat, dan lemon serta buah – buahan sitrun lainnya yang mengandung asam sitrat.
• Aam menyebabakan perubahan zat warna pada zat warna tumbuhan , misalnya mengubah warna lakmus dari biru menjadi merah.
• Asam bereaksi dengan logam tertentu seperti seng, magnesium, dan besi menghasilkan hidrogen.
• Larutan asam dalam air menghantarkan arus listrik.
Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia.
gambar
Basa
• Basa memiliki rasa pahit.
• Basa terasa licin; misalnya, sabun yang mengandung basa memiliki sifat ini.
• Basa menyebabkan perubahan warna pada zat warna tumbuhan: misalnya mengubah warana lakmus dari merah menjadi biru.
• Larutan basa dalam air menghantarkan arus listrik.
B. Garam
Dalam kehidupan kita sehari – hari kita tentu mengetahui dan sering mengkonsumsi garam. Garam biasanya kita gunakan sebagai bumbu masakan atau untuk hal lainnya. Garam dapur tersebut merupakan salah satu contoh dari garam menurut ilmu kimia kehidupan.
Sifat garam secara umum:
1. Dapat menghantarkan listrik jika berada dalam bentuk cairan atau lelehan.
2. Sifat larutannya dari garam dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) yang membentuknya. Berikut beberapa pembentukan garam :
a. asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
b. asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
c. asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa
C. Indikator
Indikator asam basa adalah suatu penanda yang digunakan untuk membedakan atau mengetahui sifat asam, basa,atau netral. Indikator tersebut dapat berupa alat atau bahan yang dapat menunjukkan sifat asam, basa, atau netral pada suatu bahan.
Berikut ini macam indikator indikator asam basa :
1. Indikator alami
Indikator alami dapat dibuat dari bagian tumbuhan berwarna, misalnya bagian bunga, daun, buah, biji, atau akarnya. Contoh, kunyit, bunga sepatu merah, kulit manggis, dan lainnya.
Sebagai contoh bunga sepatu merah digerus dalam lumpang, kemudian ditambah sedikit air. Selanjutnya ambil ekstrah bunga sepatu dengan cara menyaringnya. Cara pengujiannya dengan meneteskan ekstrak bunga sepatu ini ke dalam senyawa yang bersifat asam, basa, atau netral. Misalnya larutan cuka (asam), air kapur (basa), atau air suling (netral).
Hasil perubahan warna yang terjadi :
Indikator asam-basa dari bunga sepatu, ketika didalam larutan asam akan memberikan warna merah, di dalam larutan basa akan memberikan warna hijau dan pada larutan netral tidak berwarna.
2. Indikator buatan
• Kertas lakmus
• Kertas indikator universal
• Larutan
• pH meter/pH digital

sumber: https://okafani.wordpress.com/ipa-1/klasifikasi-zat/sifat-larutan-asam-larutan-basa-dan-larutan-garam/