penyingnya analisis peluang usaha

Untuk memulai usaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu persiapan dan perencanaan yang matang sebelum memulainya. Analisis peluang usaha pun sangat perlu dilakukan. Kira-kira bagaimana caranya?
Analisis peluang usaha sangat penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan suatu bisnis. Sering kali seorang entrepreneur mengalami dilema saat mendefinisikan produk atau jasa yang hendak ditawarkan. Bahkan merasa ragu apakah produk tersebut unik dan layak untuk dijual atau tidak. Oleh karena itu, analisis yang kuat sangat berguna sebelum menjalankan suatu usaha.
Beberapa hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan mencari tahu kekuatan, kelemahan, peluang, hingga ancaman yang mungkin saja terjadi. Analisis peluang usaha sangat berguna dalam menyusun strategi perusahaan, penjualan hingga ide bisnis baru. Dalam setiap bisnis pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Ada kriteria-kriteria yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis baru. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini!

Analisis Peluang Usaha Baru
(www.canva.com)

1. Mencari peluang untuk mengantisipasi persaingan
Sebelum memulai usaha identifikasi produk bisa jadi langkah pertama untuk menghadapi ketatnya persaingan. Produk yang unik dan berbeda dari kompetitor tentu akan dicari masyarakat. Berbeda jika produk yang dijual sama saja. Tentu konsumen akan tetap memilih produk sejenis namun dengan harga jual yang lebih murah. Disamping itu, penjual yang sudah memiliki kredibilitas akan lebih dicari konsumennya. Membaca peluang sangatlah penting saat melakukan analisis peluang usaha. Pilih produk yang berbeda dari penjual di pasaran. Lakukan inovasi agar apa yang dicari oleh konsumen ada pada produk yang kamu jual.

2. Mengenal pasar lebih jauh
Karakteristik pasar sangat penting untuk dikenali lebih jauh saat melakukan analisis peluang usaha. Target seperti apa yang kamu tuju dan apakah mereka tertarik pada produk yang akan ditawarkan. Kedua poin tersebut sangat penting sebelum memulai usaha. Seberapa besar ukuran pasar yang menjadi targetmu. Untuk mengetahui pasar, kamu bisa memulainya dengan mengumpulkan data pasar minimal 3 tahun ke belakang untuk semua industri dan pasar secara menyeluruh. Jika sudah melakukan analisis tersebut berdasarkan penemuan yang sudah ada, kamu bisa menilai apakah ukuran dan karakteristik pasar sesuai dengan produk atau jasa yang ingin ditawarkan.

3. Modal untuk mengembangkan usaha
Modal merupakan bagian dari analisis peluang usaha yang paling penting. Sebelum memulai bisnis, kamu perlu memikirkannya sebaik mungkin agar dana yang dibutuhkan sesuai. Apabila bisnis yang ingin dijalankan membutuhkan dana besar, kamu harus sudah mulai memikirkannya. Dari mana sumber dana yang bisa kamu dapat. Apakah dengan mengajukan KTA atau meminjam tambahan dana dari situs fintech. Mulailah identifikasi beragam alternatif pilihan untuk mendapatkan modal. Tentunya harus bisa memberi kesejahteraan finansial bagi perusahaan maupun pekerjanya.

4. Kemampuan produksi
Jika produk yang ingin kamu jual membutuhkan proses produksi, tentunya ada banyak peralatan yang dibutuhkan. Mulai dari mesin, pabrik hingga tenaga kerja. Untuk memiliki beberapa hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Kamu harus mulai memikirkan biaya untuk peralatan-peralatan tersebut. Ini termasuk bagian penting dalam analisis peluang usaha.

Mulai Merancang Business Plan
(www.canva.com)

Setelah menemukan bisnis apa yang ingin dijalankan, saatnya kamu memulai untuk merancang business plan. Ini merupakan tahap awal yang dilakukan oleh seorang calon entrepreneur sebelum memulai bisnisnya.

1. Mengenal Business Plan
Business plan berbentuk pernyataan formal dan tertulis yang dibuat oleh seorang calon entrepreneur agar bisnisnya bisa mencapai tujuan. Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam bisnisnya karena kurang memiliki perencanaan yang matang. Namun, bukan berarti seseorang yang sudah membuat business plan berhasil dalam menjalankan bisnisnya. Setidaknya kamu sudah mempersiapkannya sejak awal.

2. Alasan pentingnya membuat business plan
1. Ide yang digali bisa lebih dalam lagi
2. Bisa mengetes perhitungan bisnis
3. Bisnis yang dikerjakan memiliki tujuan yang jelas
4. Lebih mengenal struktur dan strategi dari perusahaan
5. Sistem operasional bisa lebih dipertajam
6. Lebih mengenal pesaing
7. Detail tentang pasar yang dituju bisa diketahui lebih jelas
8. Cara memasarkan bisnis jadi lebih tepat

3. Sumber dana
Hal terpenting merancang business plan adalah dengan mencantumkan sumber dana yang didapat. Apakah sumber dana berasal dari pribadi, perbankan atau investor. Dalam hal ini sumber dana harus dicantumkan sejelas mungkin agar tidak menimbulkan kekeliruan di kemudian hari. Apabila kamu berencana mendapatkan dana dari investor ataupun kreditur, ada beberapa poin yang harus bisa jawab. Beberapa diantaranya seperti apakah bisnis tersebut bisa menghasilkan uang (mulai dari risiko dan return agar investor atau kreditur mau berinvestasi), apakah si pemilik usaha benar-benar memahami bisnisnya dan mengetahui siapa orang yang layak dipercaya untuk berinvestasi.

4. Menyelaraskan persepsi di antara pemilik saham
Di dalam sebuah bisnis, biasanya ada beberapa orang yang terlibat di dalamnya. Adanya business plan sangat bermanfaat dalam membantu pemilik saham untuk saling menyelaraskan persepsi. Tujuannya tentu agar tidak ada kesalahpahaman di masa yang akan datang. Tentu saja untuk meminimalisir konflik yang mungkin saja bisa terjadi.

5. Apa saja yang harus ada dalam business plan?
(www.canva.com)
Ada beberapa poin penting yang harus ada di dalam business plan diantaranya seperti executive summary, latar belakang perusahaan, analisis pemasaran, produksi, sumber daya manusia, keuangan, rencana pengembangan usaha, risiko usaha yang mungkin saja terjadi.
1. Executive summary berisi tentang kesimpulan dari rencana bisnis yaitu seperti apa yang bisnis ingin dibuat, apa saja visi dan misinya.
2. Latar belakang perusahaan berisi tentang perusahaan itu sendiri dan bagaimana orang-orang yang ada di balik bisnis tersebut, struktur organisasi, konsultan mana yang mendampingi.
3. Analisis pemasaran berisi tentang cara-cara atau strategi yang bisa dilakukan untuk memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan. Untuk detail pemasaran lebih lanjut biasanya akan dibuat marketing plan.
4. Analisis produksi berisi tentang seperti apa sistem produksi yang bisa dilakukan. Mulai dari menerima pesanan, proses produksi, pendistribusian barang hingga penagihan.
5. Analisis sumber daya berisi tentang orang-orang yang berada di dalamnya berkontribusi pada perusahaan untuk mencapai tujuan yang direncanakan di awal. Mereka adalah penentu pergerakan dalam bisnis.
6. Analisis keuangan berisi tentang proyeksi pendapatan ataupun pengeluaran, pengembalian modal, pengembalian investasi dan masih banyak lainnya.
7. Rencana pengembangan usaha berisi tentang rencana yang dilakukan untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi termasuk di dalamnya terdapat exit strategy.
8. Risiko usaha berisi tentang risiko-risiko yang kemungkinan bisa terjadi pada bisnis yang dijalankan, termasuk di dalamnya terdapat cara-cara dalam mengurangi dampak dari risiko.
Melakukan analisis peluang usaha sangatlah penting dilakukan sebelum memulai usaha. Pengenalan akan kelemahan dan kekuatan bisa membantu calon entrepreneur untuk mendapatkan peluang-peluang baru hingga mengantisipasi berbagai hal buruk yang mungkin saja bisa terjadi. Tidak perlu mengumbar mimpi terlalu tinggi dalam memulai usaha. Hal yang terpenting adalah agar tetap realistis dan mengantisipasi beragam kemungkinan. Oleh karena itu, memiliki rencana yang matang sebelum memulai bisnis sangatlah penting. Yuk, mulai dari sekarang Moneysavers!