Penilaian Kompetensi Pengetahuan

1. Tes tertulis.
Bentuk soal tes tertulis, dapat berupa memilih jawaban (pilihan ganda, dua pilihan, menjodohkan, sebab akibat) dan mensuplai jawaban (isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian). Pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan pada Kurikulum 2013, penilaian autentik yaitu siswa diberikan kesempatan untuk merumuskan jawabannya sendiri. Soal -soal uraian menghendaki siswa mengemukakan atau mengekspresikan gagasannya dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata -katanya sendiri, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan.

2. Observasi terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan.
Penilaian terhadap pengetahuan siswa dapat dilakukan melalui observasi terhadap diskusi, tanya jawab, dan percakapan. Teknik ini adalah cerminan dari penilaian autentik. Ketika terjadi diskusi, guru dapat mengenal kemampuan siswa dalam kompetensi pengetahuan (fakta, konsep, prosedur) seperti melalui pengungkapan gagasan yang orisinal, kebenaran konsep, dan ketepatan penggunaan istilah/fakta/ prosedur yang digunakan pada waktu mengungkapkan pendapat, bertanya, atau pun menjawab pertanyaan. Seorang siswa yang selalu menggunakan kalimat yang baik dan benar menurut kaedah bahasa menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki pengetahuan tata bahasa yang baik dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut dalam kalimat -kalimat. Seorang siswa yang dengan sistematis dan jelas dapat menceritakan misalnya tentang cara perkembangan Industri Kreatif kepada teman temannya, pada waktu menyajikan tugasnya atau menjawab pertanyaan temannya memberikan informasi yang sahih dan autentik tentang pengetahuannya mengenai perkembangan Industri Kreatif dan mengenai hubungan Industri Kreatif dengan potensi kerajinan di daerah setempat (bukan hanya mengulang perkataan guru).

3. Penugasan
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.


Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kegiatan pembelajaran dititik beratkan kepada latihan keterampilan, yang didukung dengan sikap dan pengetahuan yang baik. Kompetensi keterampilan terdiri atas keterampilan abstrak dan keterampilan kongkret.
Penilaian kompetensi keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan:

1. Unjuk kerja/kinerja/praktik
Penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik dilakukan dengan cara mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Penilaian unjuk kerja/kinerja/ praktik perlu mempertimbangkan hal -hal berikut,
- Langkah- langkah kinerja yang perlu dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
- Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
- Kemampuan -kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
- Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga dapat diamati.
- Kemampuan yang akan dinilai selanjutnya diurutkan berdasarkan langkah- langkah pekerjaan yang akan diamati.
Penilaian unjuk kerja dapat menggunakan daftar cek dan skala penilaian.
a. Daftar cek
Daftar cek dipilih jika unjuk kerja yang dinilai relatif sederhana, sehingga kinerja siswa representatif untuk diklasi!kasikan menjadi dua kategorikan saja, ya atau tidak. Pada Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahan kelas XII praktik kerja yang dilakukan cukup kompleks maka penilaian dengan skala lebih tepat daripada penilaian daftar cek.
b. Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian kinerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai berjenjang yang kontinu terhadap penguasaan kompetensi tertentu. Kinerja siswa yang cukup kompleks, sehingga tidak adil bila hanya diklasi!kasikan menjadi dua kategori. Oleh karena itu dapat dipilih skala penilaian lebih dari dua kategori (ya dan tidak, betul dan salah), misalnya 1, 2, dan 3. Setiap kategori harus dirumuskan deskriptornya sehingga penilai mengetahui kriteria secara akurat kapan mendapat skor 1, 2, atau 3. Daftar kategori beserta deskriptor kriterianya itu disebut rubrik.

2. Projek
Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasi, kemampuan menyelidiki, dan kemampuan menginformasikan suatu hal secara jelas.
Penilaian projek dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pelaporan. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal- hal atau tahapan yang perlu dinilai. Tahapan yang dinilai dalam proyek simulasi wirausaha terdiri dari diskusi dan penetapan pembagian tugas, pelaksanaan produksi, mengemasan, pemasaran, dan penjualan serta penyiapan laporan tertulis/lisan. Tahapan yang dinilai pada pembuatan proposal wirausaha adalah persiapan, pembuatan, dan presentasi proposal usaha. Untuk menilai setiap tahap perlu disiapkan kriteria penilaian atau rubrik.

3. Penilaian Produk
Teknik Penilaian Produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. - Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap penilaian akhir.
- Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
Bentuk penilaiannya dapat digunakan skala penilaian dengan tabel serupa dengan penilaian unjuk kerja, namun dengan kriteria penilaian yang berbeda. Pada sebuah produk penilaian pada dasarnya kualitas produk. Untuk produk kerajinan dan rekayasa, kebaruan ide, originalitas (asli/tidak meniru) atau keunikan produk menjadi salah satu kriteria penting, sedangkan pada produk hasil budidaya dan pengolahan konsistensi hasil produksi merupakan kriteria terpenting.

4. Portofolio
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan siswa sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan siswa dan terus menerus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan dinamika kemampuan belajar siswa melalui
sekumpulan karyanya. Berikut hal -hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian portofolio.
- Siswa merasa memiliki portofolio sendiri
- Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan
- Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder
- Beri tanggal pembuatan
- Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa
- Minta siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan
- Bagi yang kurang beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya
- Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan orang tua