Standar Layanan fasilitas haji

Info dr sahabat :
Standar Pelayanan Minimal Haji Indonesia, Ini Poin-Poinnya
Rabu , 25 April 2018, 11:14 WIB

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah mengeluarkan keputusan yang mengatur standar pelayanan minimal (SPM) yang akan diterima jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi. SPM itu mencakup layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi darat.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan, Keputusan Dirjen PHU tentang SPM ini dibuat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan.

Keputusan ini menjadi acuan bagi tim Ditjen PHU dalam memberikanpelayanan kepada jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi, ujarnya dalamketerangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Rabu (25/4).

Menurutnya,SPM ini mencakup tiga hal, yakni akomodasi, konsumsi, dan transportasi darat. SPM akomodasi mengatur mulai dari persyaratan wilayah akomodasi, misalnya jarak di Makkah maksimal 4500 meter dari Masjidil Haram dan di Madinah maksimal 1500 meter dari Masjid Nabawi.

"Untuk kualitas akomodasi, bangunan harus baik dan layak, lift memadai, serta tersediatempat makan. Khusus di Makkah, harus ada mushalla,"ujar Sri Ilham.

Penyedia akomodasi, lanjut Sri Ilham, juga harus menyediakan sejumlah layanan, antaralain: petugas pembawa koper jemaah (tahmil dan tanzil) sampai lantai kamar, airminum 1 liter per hari per jemaah, mesin cuci, serta petugas kebersihan dan keamanan.

"Khusus di Madinah, disiapkan juga layanan ziarah,"tuturnya.

Untuk SPM konsumsi, jamaah haji Indonesia akan menerima 40 kali makan selama diMakkah, berupa makan siang dan malam. Konsumsi itu terdiri dari nasi, lauk,sayur, buah dan air mineral.

"Selama di Madinah, jamaah mendapat 18 kali makan. Di Jeddah satu kali makan. Sedang di Armina, lima belas kali makan ditambah satu kali paket konsumsi di Muzdalifah, "jelas Sri Ilham.

SPM transportasi darat mencakup transportasi Makkah, antar kota perhajian dantransportasi Armina. Transportasi Makkah diberikan kepada jamaah yang menempatihotel dengan jaram minimal 1500 m dari Masjidil Haram. Sarana transportasi berupa city bus dengan akses tiga pintu.

"Bus yang disiapkan minimal diproduksi tahun 2013 dengan kapasitas maksimal 70 penumpang,"ujar Sri Ilham.

Tranportasi antar kota perhajian disiapkan untuk menjemput jamaah dari bandara, baik diMadinah maupun Jeddah, untuk di antar menuju hotel. Jenisnya yang digunakan adalah bus antar kota.

"Tahun pembuatan minimal 2013 dengan kapasitas maksimal 47 seat," jelasnya.

Sedang untuk transportasi Armina, disiapkan untuk mengantar jamaah dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina pada saat puncak haji. Bus yang digunakan minimaldiproduksi tahun 2008.

"Transportasi Armina menggunakan system taraddudi atau shuttle,"kata Sri Ilham.

Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan lagi oleh jemaah untuk semua jenis layanan,baik akomodasi, konsumsi, dan transportasi darat ini, tandasnya.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Novita Intan

Copyright © 2016 republika.co.id , All Rights Reserved