Memahami Perilaku dan Pencegahan STDS

Pengertian STDS
Sexually Transmitted Diseases (STDS)/Infeksi menular seksual adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur, yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dari seseorang yang terinfeksi kepada mitra seksualnya. Infeksi menular seksual juga menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seks. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran serta menyusui.
Sexually Transmitted Diseases (STDS)/Penyakit menular seksual terjadi karena suatu gangguan/penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pertama sekali penyakit ini sering disebut ‘Penyakit Kelamin’ atau Veneral Disease, tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit Hubungan Seksual/Seksually Transmitted Diseases atau secara umum disebut Penyakit Menular Seksual (PMS).

Perilaku terkait STDS
Penyakit ini mulai menjalar dengan perkembangan penularan yang cukup cepat. Tidak dapat disangkal bahwa mata rantai penularan infeksi menular seksual adalah wanita tunasusila/pria tunasusila yang dapat masuk dalam kehidupan rumah tangga.
Disamping itu perilaku seks tidak sehat dari sebagian kecil masyarakat juga turut berperan dalam penyebaran penyakit ini. Perubahan perilaku seksual telah menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang berkaitan dengan infeksi menular seksual dan kehamilan yang tidak dikehendaki.
Penyakit infeksi menular seksual sebagian besar dapat diselesaikan dengan pengobatan yang tepat sehingga tidak menimbulkan penyakit selanjutnya, berbeda dengan kehamilan yang tidak dikehendaki yang mempunyai dampak yang lebih luas baik biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan etika.
Penyakit infeksi menular seksual dapat menimbulkan infeksi akut (mendadak) yang memerlukan penanganan yang tepat karena akan dapat menjalar ke alat genitalia bagian dalam (atas) dan menimbulkan penyakit radang panggul. Pengobatan yang kurang memuaskan akan menimbulkan penyakit menjadi menahun (kronis) dengan akibat akhir rusaknya fungsi alat genitalia bagian dalam sehingga menimbulkan kurang subur atau mandul.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, menjadikan remaja tegar dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya, maka pelayanan konseling sangat diperlukan remaja. Meskipun kepedulian pemerintah, masyarakat maupun LSM dalam memperluas penyediaan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi sudah semakin meningkat, namun dalam  akses pemberian pelayanan konseling masih terbatas. Hal ini antara lain disebabkan keterbatasan jumlah fasilitas pelayanan konseling bagi remaja yang terbatas. Disamping itu, kemampuan tenaga konselor dalam memberikan konseling kepada remaja di pusat-pusat pelayanan informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja juga masih terbatas. Atas dasar itulah maka guna mendukung kemampuan SDM dalam melakukan konseling kesehatan reproduksi remaja perlu disiapkan tenaga yang terlatih melalui workshop konseling kesehatan reproduksi remaja.

Gejala Infeksi Menular Seksual (IMS)/STDS
PMS sering tidak menunjukkan gejala, terutama pada perempuan. Namun demikian, ada pula Sexually Transmitted Diseases (STDS)/PMS yang menunjukkan tanda dan gejala secara umum sebagai berikut :
Gejala Perempuan Laki-laki
Luka
Luka terbuka dan atau luka basah dengan atau tanpa rasa sakit, disekitar alat kelamin, anus, mulut atau bagian tubuh yang lain. Tonjolan (papules) kecil-kecil, diikuti luka yang sangat sakit di sekitar alat kelamin Anus gatal atau iritasi/Gatal-gatal di daerah alat kelamin.
Cairan tidak normal
Cairan dari alat kelamin bisa gatal, warna keputihan, kekuningan, kehijauan, atau kemerahmudaan berbau atau berlendir. Cairan tubuh bisa juga keluar dari anus. Cairan bening atau berwarna berasal dari pembukaan alat kelamin pria atau anus, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing.
Pada wanita, dapat juga disebabkan oleh infeksi kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual. Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
Sakit pada saat buang air kecil
PMS pada wanita biasanya tidak menyebabkan sakit atau burning urination Rasa terbakar atau rasa/ perih/panas/sakit selama atau setelah urination terkadang diikuti dengan keluarnya cairan putih dari alat kelamin pria Nyeri di paha atau bagian perut lebih rendah.
Perubahan warna kulit
Terutama di bagian telapak tangan atau kaki. Perubahan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh
Tonjolan seperti jengger ayam
Tumbuh tonjolan seperti jengger ayam/kutil di sekitar alat kelamin Demam, lemah, kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh.
Sakit pada bagian bawah perut
Rasa sakit yang muncul dan hilang, yang tidak berkaitan dengan menstruasi bisa menjadi tanda infeksi saluran reproduksi (infeksi yang telah berpindah ke bagian dalam system reproduksi, termasuk servik, tuba falopi, dan ovarium)
Kemerahan
Kemerahan pada sekitar alat kelamin, atau diantara kaki
Kemerahan pada sekitar alat kelamin, kemerahan dan sakit di kantong zakar
Pembengkakan kelenjar getah bening atau kemerahan di sekitar alat kelamin.