penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tidak memperhatikan kebersihan


penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tidak memperhatikan kebersihan adalah sebagaimana berikut ini :

a. Penyakit Malaria
Penyebab penyakit :
Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang disebut plasmodium. Plasmodium adalah bibit penyakit yang merusak sel darah merah manusia. Hewan pembawa penyakit malaria adalah nyamuk Anopheles. Biasanya nyamuk ini hidup dan berkembang biak pada air yang tergenang, baik pada tanah, kaleng bekas, ban bekas yang berisi air. Membersihkan air yang tergenang dapat menghindari berkembang biaknya nyamuk Anopheles ini.
Gejala penyakit malaria
- Demam dan menggigil.
- Badan pucat dan kepala pusing.
- Badan lemah dan mulut terasa pahit.
Cara penularan
- Melalui gigitan nyamuk Anopheles (nyamuk malaria).
- Melalui transfusi darah yang mengandung bibit penyakit malaria,
- Ditularkan oleh ibu yang menderita malaria kepada anaknya.
- Bibit penyakit ini hidup di dalam tubuh nyamuk terutama di dalam kelenjar air liur dan juga di dalam tubuh manusia.
Cara pencegahan
- Membersihkan lingkungan.
- Tidak menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Menghindari gigitan nyamuk.
- Pengasapan (fogging) untuk mematikan nyamuk.

b. Penyakit Demam Berdarah
Penyebab penyakit
Penyakit demam berdarah disebabkan virus dengue (Dengue haemorhagicfever). Penyakit deman berdarah sering disebut dengan DBD (Deman Berdarah Dengue). Bibit penyakit ini tumbuh dalam nyamuk Aedes aegypti. Seperti halnya nyamuk Anopheles, nyamuk Aedes aegypti juga menyukai tempat-tempat yang lembab terutama pada air yang tergenang.
Gejala demam berdarah
- Timbul deman atau panas mendadak, selama 2-7 hari terus-menerus.
- Badan lemas, rasa nyeri pada ulu hati, atau pada perut.
- Pada hari ketiga timbul bintik-bintik merah pada kulit.
- Timbul mimisan dari mulut atau hidung.
- Gusi berdarah dan muntah darah.
Cara penularan
- Melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
- Melalui transfusi darah yang mengandung bibit penyakit demam berdarah.
- Ditularkan oleh ibu yang menderita demam berdarah kepada anaknya.
- Bibit penyakit ini hidup di dalam tubuh nyamuk terutama didalam kelenjar air liur dan juga di dalam tubuh manusia.
Cara pencegahan
- Membersihkan lingkungan.
- Tidak menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Menghindari gigitan nyamuk.
- Pengasapan (fogging) untuk mematikan nyamuk.

c. Flu Burung
Penyebab penyakit
Flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam. Virus yang menyebabkan flu burung ini dikenal dengan nama virus H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase). Virus ini tidak hanya dapat menular dari burung ke burung, tapi ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.
Virus flu burung akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan sebelum dimakan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
Gejala flu burung
- Panas lebih dari 38 derajat celcius.
- Batuk.
- Sakit tenggorokan.
- Keluhan pernapasan.
Cara penularan
- Menghirup udara yang mengandung virus flu burung.
- Bersentuhan dengan unggas yang terjangkit penyakit flu burung.
Cara pencegahan
- Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan bulunya, kotoran dan limbahnya.
- Tidak memelihara unggas di dekat pemukiman.
- Cucilah tangan menggunakan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan unggas.
- Peternakan harus jauh dari pemukiman untuk mengurangi risiko penularan
.
d. Penyakit Diare (mencret)
Penyebab penyakit
Diare (mencret) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan buang air besar yang sering. Biasanya penderita mengalami buang air lebih dari empat kali dalam sehari. Penyakit diare yang menyerang anak balita sering menimbulkan kematian.
Gejala penyakit
- Sering buang air besar.
- Mengalami muntah terus menerus.
- Timbul rasa haus yang hebat.
- Tidak dapat minum atau makan.
- Demam tinggi.
- Terdapat darah dalam tinja (kotoran).
Cara penularan
Penyakit ini menular melalui makanan dan minuman yang terkena kuman diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan yang mengandung kuman dipergunakan untuk menyuap makanan. Dapat pula, makanan yang telah mengandung kuman diare termakan sehingga menimbulkan penyakit diare.
Cara pencegahan
- Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
- Selalu makan makanan yang bersih.
- Bila terserang diare segera minum oralit.

e. Kencing Tikus (Leptospirosis)
Penyebab penyakit
Leptospirosis sering juga disebut dengan penyakit kencing tikus. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui kencing tikus yang terbawa masuk ke dalam tubuh manusia. Oleh karena itu disebut dengan penyakit kencing tikus. Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman leptospira patogen. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan hewan. Lingkungan yang kurang sehat akan memudahkan berkembangnya penyakit ini.
Gejala penyakit Leptospirosis
- Gejalanya hampir mirip dengan penyakit infeksi lainnya.
- Demam secara mendadak.
- Badan lemah.
- Mual dan muntah.
- Nafsu makan menurun.
- Mata bertambah kuning.
- Sakit otot terutama di sekitar betis dan paha.
Cara penularan
Manusia dapat terkena penyakit ini melalui kontak dengan air, tanah, tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir mata, hidung, kulit yang lecet atau makanan yang tercemar air kencing hewan yang terjangkit leptospira.
Cara pencegahan
- Simpanlah makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
- Cucilah tangan dengan sabun sebelum makan.
- Mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah berada di sawah, kebun, tanah dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
- Membersihkan tempat-tempat air.
- Hindari keberadaan tikus di dalam rumah.
- Selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Sumber : buku k13 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas 8



0 Response to "penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tidak memperhatikan kebersihan"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.