Jaringan Pada Daun

1. Jaringan apa sajakah yang menyusun daun?
2. Pada jaringan manakah yang memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis?
3. Mengapa fotosintesis dapat terjadi pada organ tersebut?

Jawaban pada kegiatan “Ayo Kita Coba”

Organ daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim dan berkas pengangkut.

a. Epidermis
• Berfungsi melindungi jaringan di bawahnya
• Terdapat lapisan kutikula (lilin)
• Sebagian sel epidermis daun mengalami modifikasi menjadi stomata. Pada daun tumbuhan dikotil, letak stomata umumnya tersebar, sedangkan pada daun tumbuhan monokotil umumnya terletak sejajar. Stomata dapat ditemukan pada satu atau kedua sisi daun. Pada tanaman yang hidup di darat, umumnya stomata terletak di permukaan bawah. Sedangkan pada tanaman air, stomata terletak di permukaan daun sebelah atas.
• Tidak mengandung kloroplas, kecuali pada sel penutup

b. Parenkim
• Terdapat 2 macam parenkim, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (bunga karang) yang keduanya berfungsi untuk fotosintesis (mesofil).
1. Jaringan palisade berbentuk tiang, tersusun rapat dan biasanya terdapat pada bagian atas daun. Daun yang memiliki dua lapis jaringan palisade pada kedua permukaan disebut daun isobilateral.
2. Jaringan bunga karang tersusun atas sel-sel yang tidak teratur dan terdapat rongga udara antar sel. Rongga tersebut berfungsi untuk pertukaran gas. Banyak mengandung klorofil dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis

c. Berkas pengangkut
• Terdiri atas xylem dan fhloem
• Terdapat pada tulang-tulang daun yang merupakan lanjutan dari ranting atau batang

Jaringan yang menyusun organ daun berupa:
a. Epidermis, beberapa epidermis daun mengalami modifikasi menjadi stoma yang berfungsi untuk keluar masuknya udara pada daun.
b. Jaringan parenkim pada daun berupa parenkim palisade/jaringan tiang dan jaringan bunga karang/sponsa yang keduanya berperan dalam proses fotosintesis. Pada jaringan parenkim banyak klorofil.
c. Berkas pengangkut (xilem dan floem).
d. Pada proses fotosintesis terdapat reaksi berikut.
Pada percobaan digunakan larutan kalium lodida (KI) bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum pada daun tersebut. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi kalium lodida (KI) akan berubah warna menjadi biru kehitaman. Pada saat daun ditetesi dengan kalium lodida (KI) bagian yang sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi biru kehitaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi kertas timah terdapat amilum, sedangkan pada bagian daun yang ditutupi kertas timah tidak terdapat amilum. Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang berarti pada bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis, sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses fotosintesis. Hal ini sesuai dengan percobaan yang dilakukan oleh Sachs pada tahun 1860. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, lalu dimasukkan kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum.
Fotosintesis adalah proses sintesis untuk menghasilkan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya matahari. Dari percobaan ini juga dibuktikan bahwa hanya pada daun yang berklorofil dan terkena cahaya yang dapat melakukan fotosintesis.
Cahaya matahari
6CO2 + 6H2O à C6H12O6 + 6O2
Klorofil
Klorofil berfungsi untuk menyerap sinar matahari, fotosintesis baru bisa terjadi jika bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia.

Sumber : buku k13 IPA kelas VIII