Seni Budaya Seni Musik

Pada bahasan musik tradisional dan musik modern siswa diajarkan konsep dasar seni musik, dengan harapan mampu memberikan landasan untuk dapat memahami, mengenal dan melakukan kegiatan berapresiasi dan berkreasi seni musik sesuai dengan tingkat perkembangan dan potensi lingkungan yang dapat mewarnai karakteristik siswa. Dalam bagian bahasan, di tahap ini diarahkan pada pemahaman konsep, makna seni musik, jenis seni musik, dan fungsi seni musik dalam pendidikan dan budaya masyarakat. Kemudian siswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori dalam praktik berkreasi seni musik.
Siswa sebaiknya dituntun untuk menyempurnakan pembelajaran Seni Budaya yang bernilai edukatif-estetik artistik.
Manusia dalam berkehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Adanya kebutuhan hidup inilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan itu. Ada kalanya perbedaan kebutuhan tersebut terjadi pada manusia yang berbudaya dan makhluk lainnya seperti binatang, bukan saja dalam banyak kebutuhan, tetapi juga didalam cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
Dalam konteks kebudayaan ini, Maslow (1945) dalam Suriasumantri (1984) memberikan suatu garis pemisah antara manusia dan binatang.
Selanjutnya Maslow mengidentifikasikan lima kelompok dalam kebutuhan manusia yakni: “kebutuhan fisiologis, rasa aman, afiliasi, harga diri dan pengembangan potensi”. Kebutuhan binatang terpusat pada kebutuhan fisiologis dan rasa aman. Dalam memenuhi kebutuhannya itu, mereka melakukan secara instingtif. Adapun manusia tidak mempunyai kemampuan bertindak secara otomatis yang berdasarkan insting tersebut, sehingga dia berpaling kepada konsep yang mengajarkan cara hidup.
Ketidakmampuan manusia untuk bertindak instingtif ini, diimbangi oleh kemampuan lain, yakni kemampuan untuk belajar, berkomunikasi, dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. Kemampuan untuk belajar ini dimungkinkan oleh berkembangnya intelegensi dan cara berpikir simbolik.
Terlebih lagi manusia mempunyai budi yang merupakan pola kejiwaan yang di dalamnya terkandung “dorongan-dorongan hidup yang dasar, insting, perasaan, dengan pikiran, kemampuan dan fantasi” (Alisjahbana, 1975 dalam Budiwati, 2003). Aspek budi inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan suatu hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya, dengan jalan memberi penilaian terhadap objek dan kejadian.
Dalam kebudayaan, konsep sistem budaya (cultural system) yang berlaku di Indonesia, memiliki unsur-unsur dan komponen-komponen sistemik, yang meliputi pengetahuan, nilai, dan keyakinan. Unsur nilai budaya merupakan konsepsi abstrak yang dipandang baik dan bernilai serta sebagai acuan berperilaku dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan masyarakat. Secara universal unsur-unsur nilai seni budaya ini diungkapkan oleh Koentjaraningrat yang terdiri dari: religi, sosial, bahasa, pendidikan, politik, kesenian, dan
ekonomi.
Pada setiap benda alam yang tercipta, disentuh, dan dimodifikasi oleh manusia untuk diberinya bentuk baru, maka akan mengandung makna yang bernilai. Oleh sebab itu, setiap karya seni budaya akan memiliki nilai dan fungsi tertentu sesuai dengan tujuannya, menunjukkan maksud dan mengandung gagasan atau ide dari penciptanya. Salah satu karya seni budaya itu dapat terlihat melalui suatu bentuk kesenian.
Secara universal kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan yang bermuatan sistem budaya, yang tidak pernah terlepas dari peran masyarakat dalam berkarya seni. Artinya kesenian dan masyarakat merupakan dua komponen yang menyatu dan tidak dapat dipisahkan. Dimana masyarakat adalah sebuah komponen yang menentukan tata kehidupan, maju mundurnya suatu sistem budaya.