Sisi negatif sosmed, berpotensi membuat tidak bahagia

Zaman sekarang penggunaan media sosial sudah merajalela. Media sosial membuat kita lebih mudah berbagi dan terhubung kepada siapa saja dan di mana saja. Tapi, ternyata media sosial juga bisa membuat kita kurang bahagia, lho. Kamu pasti pernah merasakan juga. Berikut ini adalah beberapa alasan media sosial bisa bikin kita kurang bahagia.

1. Mengurangi produktivitas.

Media sosial menghabiskan banyak waktumu dengan sia-sia. Media sosial menghabiskan banyak waktumu dengan sia-sia. Data Social Media Today menunjukkan, rata-rata waktu yang dihabiskan seseorang di media sosial adalah 2 jam/hari. Ini sudah termasuk saat berada di commuterline, kantor, maupun di rumah.
Hal ini tidak menimbulkan masalah apabila kita bisa memanajemen waktu dengan baik. Namun apabila kita memiliki pekerjaan yang membutuhkan fokus dan ketelitian yang tinggi, maka tentu saja waktu kita terbuang sia-sia hanya karena terpaku pada media sosial di smartphone kita. Hal ini menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

2. Kebutuhan Akan Pengakuan.
r
Pengguna media sosial akan mulai terbiasa dan berujung pada kecanduan akan pengakuan dari pengguna media sosial lainnya. Pengakuan tersebut dapat berupa like maupun komentar. Penelitian yang dilakukan Adam Alter, seorang profesor yang berasal dari New York University mengungkapkan bahwa saat seseorang mendapatkan like di medsos, mereka memiliki perasaan senang dan kepuasan.
Perasaan senang tersebut berasal dari hormon dopamine yang diproduksi saat seseorang mendapatkan hal-hal menyenangkan seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum alkohol, menghisap rokok dan termasuk mendapatkan “ like ” dari sesama para pengguna sosial media.

3. Merasa terisolasi.

Banyak orang yang memiliki ribuan 'teman' di media sosial namun merasa kesepian pada kehidupan sehari-harinya. Sebuah Studi di American Journal of Preventive Medicine mewawancarai 1.787 orang dewasa di AS seberapa sering mereka menggunakan 11 media sosial populer seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Snapchat.
Dan hasilnya adalah orang yang menggunakan media sosial lebih dari dua jam sehari cenderung dua kali merasa terisolasi secara sosial dibandingkan yang waktu "main" di media sosialnya hanya 30 menit sehari.

4. Membuat 'jarak'.
Rasa Pesimis Tertentu Bisa Berdampak Positif untuk Hidupmu Lho!
Media sosial mendekatkan yang jauh namun juga menjauhkan yang dekat. Bahkan bila kamu kecanduan media sosial dibanding menghabiskan waktu dengan kekasihmu, maka hubungan asmaramu terancam kandas. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 oleh peneliti dari Amerika Serikat.
Penelitian tersebut meneliti 200 pengguna aktif dalam sosial media Facebook dan 500 pengguna aktif dalam sosial media Twitter. Hasilnya pengguna yang lebih aktif dengan sosial medianya melaporkan lebih banyak konflik dan masalah dalam hubungan mereka.

5. Apatis.

Media sosial bisa membuat orang tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitarnya. Shannon Poppito, seorang psikolog di Baylor Medical University di Dallas menyatakan bahwa seseorang yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, mereka akan memutuskan hubungan dari kehidupan nyata dan akhirnya malah merasa kurang terhubung dengan diri mereka sendiri.

6. Senjata Massal.

Ada pihak tertentu yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk menggiring pemikiran masyarakat dengan konten-konten negatif. Konten tersebut salah satunya berupa berita hoax. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Fadil Imran menyatakan bahwa hampir 91 persen berita hoaks yang disebar memuat konten sosial dan politik.

7. Tidak Semua Hal di Sosial Media itu Benar.

Banyak orang yang berusaha terlihat bahagia dan baik-baik saja di sosial media, padahal kenyataannya tidak. Dan tidak semua hal yang ada di sosial media adalah benar. Sebuah survei produsen HTC di Inggris mendapatkan fakta bahwa sekitar 2/3 dari orang di media sosial membuat foto profil mereka tampak lebih menarik agar dilirik orang.

8. Membandingkan Kehidupan dengan orang lain.

Orang cenderung membagikan hal-hal yang membahagiakan di sosial media mereka, seperti kemewahan, liburan, kenyamanan dan sebagainya. Hal ini akan membuat kamu membandingkan hidupmu dengan hal-hal tersebut. Hal ini membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk iri hati. Penelitian dari University of British Columbia mensurvei lebih dari 1.100 pengguna Facebook, dan menemukan semua pengguna memiliki reaksi berpotensi iri hati.



0 Response to "Sisi negatif sosmed, berpotensi membuat tidak bahagia"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.