LIHATLAH DI BALIK YANG TERLIHAT

Sopir KH R As'ad Syamsul Arifin pernah dimarahi karena menerobos lampu merah di perempatan jalan. Saat itu ba'da isya di salah satu jalan raya kota Semarang
Beliau marah "Toron kade' cong (turun dulu nak)"
Lantas si sopir (yakni KH. Drs. Musyirin) melambat dan turun.
Kyai As'ad langsung turun tanpa menunggu pintu di buka oleh sopir.
Kemudian beliau dawuh "Arapah be'na mak tak ambu je' bedhe lampu merah..? (Kenapa kamu koq tidak berhenti lha wong ada lampu merah? )"
Si sopir menjawab "Nyo'on saporah, abdina cangkolang Kyai, pekker abdina ka'dintoh jelen preppa'en seppeh (mohon maaf kiai hamba mohon maaf berani bicara. Hamba pikir ini jalan kebetulan pas lagi sepi)"
Kyai dawuh lebih keras suaranya ''Abbeeh..!! Be'na kodu ngarte ben mahame (Heh... kamu harus mengerti dan memahami). Lampu lalu lintas ruwah Undang undang Negereh (lampu lalu lintas itu undang-undang negara). Aruwah para pemimpin rapat rajeh biayana (itu para pemimpin rapat besar biayanya). Hormate, aji'ih undang2 geruwa (hormati, hargai undang2 itu). Biaya se e angguy jiya obengah rakyat (biaya yang dipakai -rapat- itu uang rakyat). Obengah oreng benyak (uangnya orang banyak). Bisa dusa Ka reng benyak be'na (kamu bisa dosa kepada orang banyak). Biasa'agi ngabes lanjeng be'na (biasakan kamu berpikir panjang). Jek gun karo se paddeng..!! (jangan hanya melihat yang kelihatan saja! )"
Si sopir menjawab haru "Enggih Kyai.. Abdina jenjih tak ngolangna poleh bingkeng areh (iya kiai, hamba berjanji tidak akan mengulangi lagi di lain hari)"
=====
Ya Allah berilah tempat yang agung untuk mereka yang ada dalam cerita ini utamanya guru kami Kiai As'ad. Jadikan kami bisa meneladani beliau. Amin alfatihah....
sumber : https://www.facebook.com/islamunasearch/photos/a.1441186266112429.1073741828.1433990446832011/1850418651855853/?type=3&theater