5 Tips Mengondisikan Kelas yang Gaduh


Keberhasilan suatu pembelajaran sangat dipengaruhi oleh keterampilan guru dalam mengondisikan kelas. Bagi guru sekolah dasar (SD) mengondisikan kelas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Siswa SD yang masih tergolong anak-anak dan suka bermain, tentu lebih sulit untuk dikondisikan jika dibandingkan dengan siswa sekolah menengah. Terlebih jika pembelajaran yang disampaikan guru dirasa kurang menarik, siswa akan lebih cepat teralih perhatiannya. Misalnya, siswa menjadi lebih senang berbicara atau bermain-main dengan temannya daripada memperhatikan guru. Hal itu merupakan satu penyebab kelas menjadi gaduh. Selain itu, kondisi kelas juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kemampuan siswa dalam berkonsentrasi, kondisi lingkungan, kesehatan siswa, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, keterampilan mengondisikan kelas untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran pun dapat tercapai. Lantas, bagaimana cara tepat dalam mengondisikan kelas yang gaduh? Berikut uraiannya.
    1. Buat Siswa Penasaran dengan Kegiatan Pembelajaran
      Rasa penasaran yang dimiliki siswa dapat mengalihkan kebiasaannya dalam membuat gaduh. Menarik perhatian dan meningkatkan rasa penasaran siswa dapat dilakukan guru dengan cara bercerita, membawa suatu media pembelajaran, atau menggunakan suatu permainan. Saat guru berhasil membuat siswa penasaran dengan apa yang akan dikerjakannya, maka fokus siswa akan lebih terarah pada kegiatan dan materi pembelajaran hari itu.
        2. Libatkan Siswa dalam Pembelajaran
          Tanpa disadari, guru terkadang sibuk dengan kegiatan ceramahnya selama pembelajaran berlangsung. Hal tersebut akan membuat siswa merasa kurang memiliki peran, sehingga mereka akan gaduh dengan kegiatan mereka sendiri. Oleh karena itu, guru sebaiknya melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran agar siswa tidak memiliki celah untuk ribut di kelas. Melibatkan siswa saat pembelajaran juga akan membentuk siswa menjadi aktif dan kreatif. 
            3. Gunakan Intonasi Sesuai Suasana Kelas
              Guru dapat bermain dengan intonasi suara untuk menghadapi kondisi kelasnya. Misalnya saat suasana tenang, guru dapat menggunakan intonasi normal dan jika kelas mulai ribut, guru dapat meningkatkan intonasi suaranya. Yang perlu diingat adalah guru tidak perlu mengondisikan kelas yang gaduh dengan cara berteriak atau membentak karena hal itu justru akan menambah kegaduhan di dalam kelas. Justru, guru dapat membuat keheningan saat suasana kelas sudah sulit untuk ditenangkan. Keheningkan yang guru ciptakan akan membuat siswa yang gaduh perlahan menjadi diam.
                4. Terapkan Peraturan Bersama
                  Sebelum memulai pembelajaran, guru dapat membuat peraturan bersama siswa. Misalnya, jika siswa gaduh atau membuat keributan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran, maka akan dikenakan sanksi berupa penambahan jumlah PR. Sanksi yang diterapkan pun sebaiknya atas persetujuan bersama antara guru dan siswa. Jadi, membuat peraturan dan menerapkannya di dalam kelas juga dapat melatih rasa tanggung jawab siswa.
                    5. Ice Breaking
                      Kelas yang gaduh dapat disebabkan karena siswa sudah merasa lelah dalam berpikir. Untuk mengembalikan konsentrasi siswa, guru dapat melakukan ice breaking. Misalnya, dengan melakukan permainan, menggerakkan tubuh sesuai irama atau perintah tertentu, bernyanyi, maupun model ice breaking lain sesuai pengetahuan guru. Ice breaking dapat mencairkan suasana kelas dan membuat siswa bersemangat kembali untuk belajar.