5 jutusan kuliah yang sepi peminat tapi sangat dibutuhkan

Galau akan pilihan jurusan kuliah itu problema yang paling banyak ditimpa calon mahasiswa yang sebentar lagi bakal menjalani bangku perkuliahan. Titik pertimbangannya dari segi minat & bakat, passion, dan juga latar belakang universitas.


Nggak sedikit juga kalangan siswa yang pilih jurusan yang memilih jurusan yang sekadar favorit di lingkungan pertemanannya. Memang betul, ketika kita bisa berhasil masuk ke jurusan yang favorit, apalagi terkenal sulit karena banyaknya peminat, akan ada kebanggannya tersendiri.

Tapi, enggak ada salahnya lho kalau kita coba lihat dan pertimbangkan jurusan yang sepi peminat.

Toh pada akhirnya yang dilihat adalah relevansi akan hasil pembelajaran kita dengan tren pekerjaan yang ada di saat kita lulus nanti.

Faktanya, sebuah laporan dari Microsoft & The Laboratory menyatakan bahwa 65% dari mahasiswa sedang mempelajari ilmu yang masih belum ada di lapangan pekerjaan karena lajunya perubahan dalam teknologi dan ekonomi yang tidak stabil.

Eh, jangan keburu takut dengernya. Hal ini tentu saja memberi banyak peluang buat kalian para siswa apalagi kalau ditambahin dengan bekal persiapan dari sekarang-sekarang untuk mengasah skill yang diperlukan di masa mendatang!

Nah, buat kalian cara para calon mahasiswa yang lagi galau sama pemilihan prodi kalian, jangan pusing lagi!  Ini dia daftar jurusan IPA yang masih belum banyak peminatnya dan disertai peluang kerja yang besar:

1. Ilmu Aktuaria


Ilmu aktuaria mencampuri statistika, matematika, keuangan, dan perbankan bagi yang suka itung-itungan via https://hai.grid.id

Nggak bisa dipungkiri kalau ilmu aktuaria itu memang selalu dibutuhkan oleh banyak sektor di industri. Di antaranya, setor asuransilah yang punya kedesakan akan kebutuhan paling tinggi. Perusahaan asuransi yang terus menghadapi tantangan kompleks memerlukan pengelolaan resiko.


Belum lagi jumlah aktuaris di Indonesia yang masih minim. Bayangin aja guys, Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menyebutkan bahwa jumlah aktuaris pada tahun 2016 baru mencapai 399 di Indonesia! Angka ini sudah mencakup kalangan mahasiswa maupun associate. Padahal pada kenyataannya, bagian asuransi jiwa tersendiri perlu 204 ahli dan 306 ajun aktuaris. Segini baru satu institusi dari bagian asuransi, belum kehitung yang lainnya seperti asuransi sosial dan regulator keuangan.


Karena terbilang sedikit, maka penyedia jurusan ini juga masih kurang di Indonesia. Hal ini tentunya gak akan menutup kemungkinan untuk kamu mengambil jurusan ini. Malahan, ini membuka gerbang kesempatan buat kamu yang tertarik untuk mengambilnya di luar negeri.


2. Teknik Biomedis


Ilmu teknik biomedis gak membatasi kamu untuk menjadi peneliti aja kok! via https://jobs.lovetoknow.com

Karena dunia kesehatan dan kedokteran bukanlah melulu soal perobatan, ilmu bedah, dan juga farmasi. Jurusan yang masih terbilang baru di Indonesia ini punya prospek kerja yang amat patut diperhitungkan. Bidang ini amat berkembang terutama di negara-negara maju.


Kalau orangtua zaman dulu bilangnya jurusan ini cuman bisa berujung jadi peneliti atau dosen. Padahal, kesempatan yang ditawarkan Teknik Biomedis ini lebih dari itu saja lho.


Siswanya akan dituntut untuk mempunyai kemampuan mendesain dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan ilmu medis dan biologi bahkan dalam tingkat kapasitas seorang insinyur. Cocok buat kamu yang gak bisa pilih antara mau jadi insinyur atau dokter kayaknya nih, hmm.


Ilmu ini tentunya membolehkan kamu untuk mengembangkan berbagai produk peralatan medis. Di luar itu, kamu bisa membantu banyak dalam pemilihan alat kesehatan dan uji performa alat peralatan tersebut.


Jurusan ini nggak kalah pentingnya sama jurusan kedokteran atau keperawatan, guys. Bahkan, generasi muda dikerahkan untuk mengembangkan bidang ini karena kepentingannya di masa depan dan prospektifnya yang kian meluas!


3. Fisioterapi


Ingat guys, fisioterapi itu lebih dari sekadar pijat punggung encok! via http://www.medidentoman.com

Siapa sangka kalau jurusan yang sering disalahpahami sebagai ilmu urut atu pijat ini menyimpan banyak peluang kedepannya! Sering disapa sebagai Terapi Fisik, Fisioterapi sebetulnya mempelajari anatomi tubuh, biologi, dan ilmu kesehatan.


Fisioterapi masih terdengar amat asing di telinga banyak orang, meskipun persaingannya yang minim dan peluang kerjanya terbuka amat lebar.


Secara praktis, Fisioterapi bertumpu pada penanganan otot, sendi, dan tulang beserta jaringannya yang bisa dilakukan dengan bantuan alat bantu maupun tidak.  Tujuannya adalah memperbaiki atau menstabilkan gangguan fungsi alat gerak yang kemudian diikuti oleh proses terapi gerak. Intinya, jelas-jelas beda jauh banget deh dari definisi tukang urut yang berujung di panti pijat.


Kamu pada nantinya akan ditempatkan di pusat rehabilitasi begitu mendapat pekerjaan di rumah sakit. Dan menariknya, jurusan ini diperkirakan untuk meningkat sebesar 33% pada tahun 2020 nanti.


Memang bener apa yang orang bilang, ilmu itu luas banget. Jurusan-jurusan yang mengajarkan ilmu bukanlah yang mainstream aja. Bahkan di satu jurusan yang unik ini punya komponen masing-masingnya yang perlu waktu lamaaa untuk dipelajari.


4. Teknik Penerbangan dan Aeronautika


Tentunya jenjang waktu kerjanya juga lebih lama dibanding pramugari via http://salford.ac.uk

Dari namanya dan kedengarannya sendiri udah bikin mumet. Memang, bidang pendidikan ini termasuk jenis perkuliahan yang dikategorikan rumit dan sulit. Tapi, ada beragam keuntungan di balik kesulitan jurusan Teknik Penerbangan.


Karena minimnya jumlah institusi atau akademi yang menawarkan bidang ini, kamu harus lebih cermat dalam memilihnya dan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuknya. 


Soal gaji? Nggak usah diragukan lagi. Lulusan bidang pendidikan ini punya potensi untuk bekerja di maskapai penerbangan manufaktur pesawat terbang yang tentunya gak akan menimbulkan banyak pertanyaan untuk prospek ke depannya.


Selesainya dari bangku perkuliahan, motto hidup kamu dijamin deh bakal sama dengan slogan AirAsia, now everyone can fly!


5. Oseanografi


Plus, begitu udah nyelem ke dalam laut, kamu bisa keliatan kayak Hamish Daud! via http://unitedstatesdiving.wordpress.com

Banyak banget yang masih asing dengan nama jurusan ini juga. Kasarnya, oseanografi mempelajari mengenai berbagai aspek kelautan, seperti dinamika ekosistem, organisme laut, gelombang, arus samudera, geologi dasar laut, dan lain lain. 


Seperti yang kita semua tahu, mayoritas wilayah Indonesia diliputi oleh perairan. Di satu sisi juga Indonesia sedang menguatkan sektor maritimnya. Tentunya kedua hal ini mensupport keputusan dalam memilih jurusan ini. Relevansi akan misi tersebut membuat ilmu yang kamu pelajari menjadi semakin amat berharga. Nggak heran kalau lulusan dari jurusan ini banyak dicari. Terlebih, gaji yang ditawarkan juga cukup tinggi!


Kebutuhan terus berubah di era yang terus berkembang. Ilmu yang itu-itu aja, terlebih di bidang IPA, nggak selamanya bisa bertahan di setiap masa. Keperluan akan jurusan ini yang gak akan bisa larut tentunya bisa menjadi salah satu landasan utama ladang pekerjaanmu. Yang pastinya, jangan pernah ragu dalam menggeluti jurusan yang potensial di masa depan ya!