Dampak Internet bagi Pelajar

Internet telah banyak membantu manusia dalam segala unsur kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet, apa pun dapat kita lakukan baik positif maupun negatif. Sebagai media komunikasi, internet dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia.
Keberadaan internet memberikan manfaat positif bagi dunia informasi, tetapi banyak juga pengaruh negatifnya. Banyak siswa yang mendapatkan ilmu dengan bantuan internet. Bahkan, tugas-tugas sekolah pun kini terasa lebih mudah dengan mencarinya di internet. Tidak bisa dimungkiri adanya internet memberikan pengaruh kepada pelajar. Ada pengaruh positif, tetapi ada juga pengaruh negatif. Bagaikan mata uang dengan dua sisi. Bergantung pada bagaimana kita menghadapinya.
Banyak manfaat positif yang dapat diperoleh siswa dari internet jika digunakan secara bijak. Namun, tidak sedikit pula pengaruh negatif yang ditimbulkan internet.
Berikut ini beberapa pengaruh negatif dari internet. Beberapa berita, baik televisi maupun koran melansir adanya penculikan anak atau kasus pelarian anak di bawah umur yang berawal dari situs pertemanan atau jejaring sosial di internet. Sifat anak yang mudah percaya pada siapa pun memungkinkan terjadinya hal tersebut.
Pornografi adalah pengaruh negatif internet lainnya. Tidak hanya orang dewasa yang mengunjungi situs-situs terlarang, tetapi banyak siswa yang ditengarai sering berkunjung ke situs-situs yang berisi gambar atau cerita porno. Hal ini tentu saja merupakan situasi yang sangat memprihatinkan. Kecanduan permainan online yang melanda siswa juga merupakan pengaruh negatif internet. Kecanduan dan ketergantungan dapat membuat siswa kehabisan waktu dan energi untuk bermain. Akibatnya, prestasi siswa pun menurun.
Untuk menangkal pengaruh negatif internet pada siswa, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu selalu mendampingi anak ketika mereka sedang mengakses internet.
Hal ini untuk memastikan bahwa anak telah mengakses situs yang tepat. Jangan sampai anak asyik bermain internet, sedangkan orang tua tidak mengetahui keberadaan anak.
Jika fasilitas internet tersedia di rumah, letakkan fasilitas tersebut di ruang bersama. Hal ini untuk memudahkan orang tua mengawasi anak. Jika harus menggunakan fasilitas internet di warnet, bantu anak memilih warnet ‘sehat’. Akan lebih bijaksana, jika Anda mengenal pemilik dan petugas di sana. Ini untuk memudahkan Anda mengawasi anak.
Beri pemahaman yang baik pada anak tentang pengaruh positif dan negatif internet bagi dirinya. Dengan demikian, Anda sudah membekalinya dengan benteng pertahanan diri.
Diharapkan semua pihak, baik orang tua, guru, pemerintah maupun siswa sendiri untuk bersama-sama mencegah dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari internet. Pemerintah diharapkan dapat memblokir situs-situs yang tidak baik. Orang tua juga diharapkan dapat lebih memperhatikan anaknya agar anak dapat terus terpantau dan tidak terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik.

(Dimodifikasi dari: http://tia90kurnia.wordpress.com/2013/07/03/dampak-internet-bagi-pelajar)

a. Mengidentifikasi Teks Diskusi
1) Struktur Teks
Struktur Teks Diskusi “Dampak Internet Bagi Pelajar”
Isu ...................................................................................................
Argumen Mendukung ...................................................................................................
Argumen Menentang ...................................................................................................
Simpulan ...................................................................................................

2) Fungsi Sosial Teks Teks Diskusi
Fungsi sosial teks diskusi “Dampak Internet bagi Pelajar” adalah untuk membahas isu dampak penggunaan internet dilihat dari lebih dari satu sisi, dengan memaparkan argumen yang mendukung dan argumen menentang isu tersebut.

3) Klasifikasi Unsur Kebahasaan Teks Diskusi
Pada bagian ini guru meminta siswa untuk mengklasifikasi unsur-unsur kebahasaan yang ada di dalam teks diskusi. Klasifikasi meliputi tanda hubung, penggunaan kalimat, dan sebagainya. Teks diskusi mempunyai ciri-ciri kebahasaan yang khas. Ciri-ciri kebahasaan itu, antara lain, penggunaan tanda hubung perlawanan seperti tetapi, sedangkan, tidak … tetapi, bukan … melainkan, penggunaan kata kerja dan kata benda.
Penggunaan Tanda Hubung Perlawanan
penggunaan tanda hubung perlawanan (tetapi, sedangkan, tidak … tetapi, bukan … melainkan)
Contoh di dalam teks “Dampak Internet bagi Pelajar”.
  >tetapi Keberadaan internet memberikan manfaat positif bagi dunia informasi, tetapi banyak juga pengaruh negatifnya
 >sedangkan Jangan sampai anak asyik bermain internet, sedangkan orang tua tidak mengetahui keberadaan anak

Sumber :b uku  K13 Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan kelas VIII


0 Response to "Dampak Internet bagi Pelajar"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.