Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai

Prinsip Kerajinan Fungsi Pakai
Sejarah kehidupan manusia telah membuktikan bahwa keberadaan artefak senantiasa menjadi bagian dari perjalanan kehidupan manu sia dan mengisi pasang surut tata kehidupan manusia. Sampai sekitar 40.000 tahun sebelum Masehi, kekaryaan manusia cenderung condong kepada kekuatan pemaknaan dan juga pemanfaatan praktisnya.
Mulai dari kehidupan yang paling sederhana, primitif, sampai ke tata kehidupan maju, modern, proses rekayasa wujud artefak pun akan selalu muncul dipengaruhi pola pikir manusia, budaya, dan lingkungan untuk merealisasikannya dalam wujud nyata.
Manusia adalah insan yang senantiasa mendambakan kehidupan yang selaras dan menyenangkan lahir batin. Manusia dengan segala pengetahuan dan pengalamannya akan selalu mengupayakan kebahagiaan dan kenyamanan. Pengalaman hidup merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan maupun dilupakan begitu saja. Kekayaan pengalaman menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan karya kerajinan.
Berdasarkan hal tersebut di atas, diperlukan penampungan hasil segala pemikiran manusia yang berintegrasi dengan pengalaman dan pengetahuan dalam bentuk konsep. Desain merupakan bagian penting dalam mengawali proses pembuatan kerajinan fungsi pakai. Desain memiliki peran yang strategis. Desain atau rancangan dituangkan dalam bentuk konsep tertulis dan gambar.
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan kerajinan sebagai adikarya bangsa.
Beragamnya budaya Indonesia menyebabkan kriya Indonesia beragam, unik, dan berkarakter kedaerahan. Tentunya ini memengaruhi penciptaan desain kerajinan fungsi pakai.
Pada proses pembuatan kerajinan, nenek moyang kita tidak lepas dari pemaknaannya selain fungsi artefak itu sendiri. Hal ini memengaruhi proses dalam mendesain sebuah karya. Maka, penting untuk diketahui berbagai pemaknaan yang ada pada setiap benda kerajin an untuk menghindari terjadinya pelanggaran nilai-nilai tradisi pada karya itu sendiri. Di era perkembangan teknologi saat ini, makna simbolik dalam produk kerajinan agak terabaikan karena masyarakat lebih menjunjung tinggi nilai manfaat serta estetikanya saja. Agar kerajinan Indonesia tetap menjadi primadona kekayaan bangsa Indonesia, perlu upaya pelestarian dan perhatian dari berbagai pihak.

Sumber : buku K13 Prakarya kelas ix